Cara Perawatan Mengatasi Hama Pada Padi

Cara Perawatan Mengatasi Hama dan Pemupukan Pada Tanaman Pagi Yang Baik

Dalam bercocok tanam padi sangat di butuhkan ketelatenan kejelihan dan kegigihan untuk mencapai hasil panen yang baik. untuk merawat agar padi yang kita tanam hidup dan tumbuh sampai panen dengan hasil yang baik berikut ini cara perawatannya.

  1. Pengairan

Air merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman padi. Air yang dipergunakan untuk pengairan padi di sawah adalah air yang berasal dari sungai, sebab air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat berguna untuk menambah kesuburan tanah dan tanaman, yang harus di perhatikan adalah Kedalaman air, hendaknya diatur sesuai dengan umur tanaman padi berikut penyesuaianya:

  • Tanaman yang berumur 0-8 hari dalamnya air cukup 5 cm.
  • Tanaman yang berumur 8-45 hari dalamnya air dapat ditambah hingga 10-20 cm.
  • Tanaman padi yang sudah membentuk bulir dan mulai menguning dalamnya air dapat di tambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi sedikit demi sedikit.

Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat masak bersama-sama.

baca juga : Jual bibit tanaman unggul

  1. Penyiangan dan Penyulaman

Setelah penanaman, Apabila tanaman padi ada yang mati harus segera diganti (disulam). Tanaman sulam itu dapat menyamai yang lain, apabila penggantian bibit baru jangan sampai lewat 10 hari sesudah tanam.

Selain penyulaman yang perlu dilakukan adalah penyiangan (mencabuti rumput di sekitar tanaman padi) agar rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman padi tidak bertumbuh banyak dan mengambil zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman padi. Penyiangan dilakukan dua kali yang pertama setelah padi berumur 3 minggu dan yang kedua setelah padi berumur 6 minggu.

  1. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk menambah zat-zat dan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh akar tanaman di dalam tanah. Untuk tanaman padi, kami menggunakan pupuk NPK BANANAS, sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan. kenapa harus pupuk npk bananas? karena npk bananas mengandung unsur hara yang berimbang NPK adapun manfaat pupuk NPK BANANAS Sebagai berikut:

  • N (notrogen) : memberikan ketahanan tanaman terhadap hama / penyakit, dan mempercepat pembuatan zat pati.
  • P (phopate) : menyuburkan tanah, mempercepat tumbuhnya anakan, mempercepat tumbuhnya tanaman,
  • K (kalium) : mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang pembungaan dan pembentukan buah, mempercepat panen.
  1. Pengendalian Hama Dan Penyakit
  • Hama putih (Nymphula depunctalis)
  • Gejala : menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.

Pengendalian

Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun;

Penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G.

  • Padi trip (Trips oryzae)
  • Gejala : daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian : insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP.

  • Hama di Sawah Wereng

Wereng penyerang batang padi : wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus.

  • Gejala : tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.

Pengendalian : Bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah.

Penyemportan insektisida Applaud 10 WP, Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *