Bos Gojek Beri Saran untuk Sri Mulyani Soal Pajak

CEO Gojek, Nadiem Makarim, telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan keduanya berlangsung saat diskusi ‘Kerja Nyata Membangun Negeri’ dalam peringatan 71 Hari Oeang di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Pada kesempatan diskusi panel tersebut, Nadiem mengemukakan pendapatnya terkait rencana pemerintah menyasar pajak di industri start up digital seperti e-commerce dan transportasi online.

“Saran saya perlu hati-hati sekali. Walaupun kita gede, tapi masih bleeding (berdarah-darah) satu dua tahun ke depan. Kalau pemerintah ingin canangkan target besar ke pemain, investor akan menarik diri, dan pertumbuhan akan terhambat,” kata Nadiem.

Menurut dia, pemerintah perlu memberi banyak ruang terlebih dahulu pada perusahaan teknologi untuk berkembang. Potensi pajak yang besar justru datang saat perusahaan digital sudah semakin besar, dengan database pelanggan yang tercatat dengan baik.

“Saran saya ikuti filsafat teknologi. Artinya semua orang masuk dulu ke transaksi digital, baru meningkatkan revenuepajak ke depannya. Move orang ke cashless, dari digital itu bisa diraih jauh lebih banyak pajak, saat semua sudah terdigitalisasi,” jelas Nadiem.

Diungkapkannya, pengemudi Gojek sendiri, baik ojek maupun taksi online, hampir semuanya berasal dari kalangan menengah bawah.

“Kalau Gojek kebanyakan kelas menengah bawah. Kalau Gocar menengah bawah juga tapi sedikit lebih tinggi. Enggak semuanya juga punya mobil sendiri, ada yang sewa, atau dia leasing untuk melaksanakan bisnis itu,” terang Nadiem.

Sri Mulyani Duduk Bareng Bos Gojek Bahas Ekonomi RI 2030

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berdiskusi bersama tokoh-tokoh yang telah menginspirasi masyarakat Indonesia.

Diskusi tersebut mengenai 2030 menjadi kekuatan baru ekonomi dunia melalui transformasi digital dan APBN yang berdaya saing. Acara ini masih dalam rangkaian peringatan 71 Tahun Hari Oeang di Gedung Dhanaphala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Pembahasan mengenai 2030 menjadi kekuatan baru ekonomi dunia melalui transformasi digital dan APBN yang berdata saing dipandu oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara.

“Saya di sini hanya untuk ambil mic, setelah itu mengundang Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani , Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, CEO Gojek Indonesia Nadiem Makarin, dan Ketua Indonesia E-Commerce Association (idEA) Ignasius Untung,” kata Suahasil.

Sebelum memberikan kesempatan kepada empat narasumber memaparkan sesuai topik yang dibahas. Suahasil mengatakan bahwa hingga 2030, Indonesia akan mengalami perubahan yang besar, terutama dari konvensional ke digital.

“Ini topik yang dekat di hati kita, terutama di Kemenkeu karena kita urus APBN, tapi isu digitalisasi ini kita alami bagaimana transformasinya,” jelas dia.

Sumber: detikFinance