Sri Mulyani Sebut RI Bakal Jadi Negara Besar Bila Wujudkan Hal Ini

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, optimistis Indonesia akan menjadi negara besar pada tahun 2030 mendatang, asalkan mampu untuk mentransformasikan kekuatan ekonomi dari yang sekarang berbasis sumber daya alam (SDA).

“Untuk bisa mengembangkan menjadi negara besar pada tahun 2030, 2045 maka Indonesia harus mampu mentransformasi kekuatan ekonominya yang dari basis natural resource menjadi ekonomi yang berbasis kepada human capital,” ungkap Sri Mulyani, saat peringatan 71 Tahun Hari Oeang di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta.

Human Capital alias pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), kata Sri Mulyani, adalah investasi jangka panjang. Agar SDM menjadi berkualitas maka harus dipersiapkan sejak individu tersebut berada dalam kandungan ibu sampai ke pendidikan tinggi.

“Human capital hal itu berarti kita harus melakukan investasi semenjak usia dini,” ujarnya.

SDA tidak bisa diandalkan menjadi penopang ekonomi karena keterbatasan. Negara yang bergantung terhadap SDA juga cenderung rapuh dan sensitif terhadap berbagai gejolak.

Sementara, bila mendorong peningkatan kualitas SDM, maka Sri Mulyani meyakini akan menciptakan perekonomian yang berkelanjutan karena tidak terbatas.

Peningkatan kualitas SDM juga sekaligus mendorong untuk beradaptasi dengan teknologi. Sri Mulyani menjelaskan populasi masyarakat Indonesia yang didominasi oleh anak muda sekarang menikmati perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Tak khayal, banyak anak muda yang lebih mengidolakan tokoh-tokoh di bidang teknologi di banding lainnya.

“Demografik composition kita adalah lebih banyak berisi anak-anak muda dan oleh karena itu mereka lebih connect dengan orang seperti Nadim sama Ignatius disini daripada dengan yang kita ini sekarang generasi tua,” terang Sri Mulyani.

Anak muda adalah konsumen utama dari teknologi, sebab bisa memberikan kemudahan jarak.

“Kalau kita bicara tentang distance sekarang rasanya enggak ada distance antara sini dengan New York karena anytime kita ada di warung kopi di mana ada wifi kita bisa facetime atau whatsapp call dengan siapa saja teman kita sehingga seolah-olah kita selalu bersama dengan dia,” paparnya.

“Yang tidak ada dan tidak bisa dibeli itu hanya waktu tapi distance itu sekarang sudah terlewati oleh teknologi,” tegas Sri Mulyani.

Maka dari itu, Sri Mulyani mengatakan, selaku pemangku kepentingan seharusnya bisa lebih peka terhadap perubahan yang terjadi. Pemerintah tidak bisa lagi terlambat merespons perubahan.

“Di dalam mengelola ekonomi juga kalau kemudian distancegeografis itu menjadi last relevan, kita sekarang juga harus mendefinisikan mengenai yang disebut kedaulatan Republik Indonesia, dan ini adalah masa atau isu yang akan terus menerus kita presentasi ke masyarakat karena saya bisa mengatakan tidak ada seorang pun bahkan pemerintah untuk bisa mengetahui dan mendefinisikan secara tepat apa yang akan terjadi di masa depan,” pungkasnya.

Sumber: detikFinance

sri mulyani sumber daya alam sumber daya manusia teknologi