Sukses Jual Pohon Tabebuya Pink dan Kuning

Sukses Jual Pohon Tabebuya Pink dan Kuning

Sukses Jual Pohon Tabebuya Pink dan Kuning

Sukses pelaksanaan Jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning tahun ini membuat Warga pecinta bibit pohon yang akan memberikannya kepada orang yang terbaik berancang – ancang menggeber program serupa tahun depan. Dengan begitu, ia berharap, kebijakan ini mendorong pelaku sektor agraris mempertahankan fungsi lahan. Dalam catatan Pemkot, tahun ini tersisa 846 hektare (ha) lahan pertanian, 68 di antaranya merupakan aset Pemkot dan 778 lainnya milik petani. Konsekuensinya, lanjut dia, diperlukan pakta integritas antar stakeholder lahan untuk menunjang program pengurangan pajak atau penghapusan sanksi administrasi nantinya. Hal ini demi mencegah kemungkinan-kemungkinan lahan pertanian atau sawah yang sudah mendapat keringanan bakal dijual oleh pemiliknya. Jika Warga pecinta bibit pohon dapat memilahan dan ada penyesuaian kembali PBB terkait, tentu nantinya dapat tepat sasaran. Pasti ada respon positif dari para petani. Sebagai pelaksana teknis, kami siap bekerjasama menyukseskan program ini.

Program bertajuk Jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning Jilid II, dipastikan berlangsung 2017 mendatang. Program ini masih merupakan pengejawantahan misi besar Pemkot, yakni ‘Peduli Wong Cilik’. Nantinya apa yang akan dilakukan adalah yang bisa diberikan kepda orang kecil, Ade Herawanto, menyebut, realitas di lapangan, banyak masyarakat kecil yang menunggak PBB sejak tahun 90-an, kesulitan membayar denda. Dengan semangat Peduli Wong Cilik, kami berharap program ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, serta ke depannya semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Warga lainnya yang biasa disana, Hadi Santoso, menyambut positif wacana tersebut. Hadi menekankan pentingnya kebijakan populis sebagai upaya preventif alih fungsi lahan pertanian lokal. Karena upaya prioritas Pemkot saat ini adalah mempertahankan lahan pertanian yang tersisa, kami juga menyambut positif rencana sinergi dengan Warga pecinta bibit pohon guna mengurangi resistensi alih fungsi lahan, salah satunya dengan mengurangi beban PBB lahan pertanian.  Frontman d’Kross itu menambahkan, tahun depan Jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuningakan menyasar ke sektor agraria lokal. Saat ini, Warga pecinta bibit pohon tengah merancang program pengurangan besaran PBB bagi petani atau pemilik lahan pertanian. Sangat disayangkan jika jumlah lahan pertanian tersebut terus menyusut. Karena itulah, Jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuningJilid II kami gagas sebagai upaya menekan alih fungsi lahan. Kami akan beri insentif dan keringanan PBB.